Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia.
Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal.
Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila
kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam
diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan
diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung
jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing
individu berbeda.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab
juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan
wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran
manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang
tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajibannya.
Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri.
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengabdian berarti hal mengabdi
atau mengabdikan. Seorang warga negara yang mengabdi kepada negaranya
biasanya berpedoman hidup: “Berjuang bagi negara tanpa mengharapkan
imbalan apa-apa.”
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat
ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang,
honnat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian adalah suatu loyalitas seseorang (biasanya bawahan) kepada
orang lain.Ada pula pengabdian rakyat kepada bangsa yang dicintainya.
Orang yang sedang mengabdi pada seseorang akan bertindak dan
berkorban bagi sesama tanpa mengharapkan imbalan jasa. Dalam hal ini,
kita dapat melihat para donor darah. Mereka menyumbangkan darahnya bagi
mereka yang memerlukan, tanpa menuntut imbalan apa pun, sebab tujuannya
adalah mengabdi kepada sesamanya. Sebuah nyanyian anak-anak yang bertema
kasih ibu, menjelaskan betapa besar pengabdian ibu itu:
Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya
Menyinari dunia
Dari syair di atas, pengabdian seorang ibu disejajarkan dengan
matahari yang selalu memberi dan tidak mengharapkan balasan. Sungguh
suatu gambaran pengabdian yang indah.
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berartipersembahan.
Suatu pengorbanan mengandung unsur keikhlasan yang tidak
mengandungpamrih suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral
yangtulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai
tanda memberi tanpa pamrih.pengorbanan sudah banyak diajarkan dalam ilmu
agama.
arti kisah para tokoh agama atau nabi,manusia memperoleh tauladan, bagaimana semestinya wajibberkorbanan
Pengorbanan bisa berbentuk material (yang bisa dilihat, dipegang)
dan berbentuk immaterial (hanya bisa dirasakan). dan pengorbanan yang
dilakukan dengan tulus dan tujuan mulia pasti akan memberikan hasil yang
luar biasa (tidak sia-sia atau percuma).
Contoh kisah pengorbanan seorang nabi.
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha
bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku
melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa
pendapatmu!”
Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), nyatalah kesabaran keduanya
Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik”.
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar
Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (QS.37: 102-108)
ini adalah suatu kisah pengorbanan yang sangat mengharukan bagi saya.
Contoh lain kisah tentang pengorbanan
“Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang
sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang
ibu yang sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut
dalam obrolan ringan. ” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si
Pemuda.
“Oh.. . Saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore
nengokin anak saya yang ke dua” jawab ibu itu. ” Wouw….. hebat sekali
putra ibu”, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak, pemuda itu
merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu
melanjutkan pertanyaannya.
” Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang
kedua ya Bu?? Bagaimana dengan adik-adiknya? ” “Oh ya tentu”, si Ibu
bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang Dokter di Malang, yang keempat
Kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi Arsitek di Jakarta,
yang keenam menjadi Kepala Cabang Bank di Purwokerto, yang ke tujuh
menjadi Dosen di Semarang.” Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa
mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke
tujuh.
“Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??” Sambil menghela napas
panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi Petani di
Godean Jogja nak.. Dia menggarap sawahnya sendiri yang
tidak terlalu lebar.” Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa yadengan
anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di
pekerjaannya, sedang dia menjadi petani?” Dengan tersenyum ibu itu
menjawab,” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan
anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua
adik-adiknya dari hasil dia bertani”.
wuah,,,seorang kakak yang benar benar hebat dan oatut menjadi teladan karna rela mengorbankan dirinya demi adik adiknya..